Hiatusnya Blog Pemula

Pertama kali mengenal kata “hiatus” adalah saat membaca manga Bakuman yang menceritakan kehidupan dan perjuangan mangaka di Jepang. Hiatus merupakan jeda dari sebuah karya karena berbagai faktor yang mempengaruhi sang kreator. Bisa juga dianggap break atau vakum dari periode terbit yang biasanya. Bagi para pengikut film atau manga serial pasti pernah menjumpai karya tersebut mengalami jeda tidak kunjung terbit kemudian muncul lagi setelah beberapa waktu.

Sepertinya hal tersebut terjadi pada blog ini. haha

Kira-kira lebih dari satu bulan yang lalu dari terakhir kali saya mengupdate tulisan. Setelah sebelumnya berhasil memaksa diri agar konsisten setidaknya satu postingan tiap pekan. Alhamdulillah dapat terealisasi hingga akhirnya terhenti satu bulan yang lalu. Hal yang sederhana seperti membuat tulisan lepas ternyata memiliki kendala dan tantangannya tersendiri.

Sebenarnya bukan tidak membuat tulisan sama sekali. Saya tetap membuatnya setiap pekan (paling tidak judulnya). Dengan berbagai alasan, semuanya berakhir di kumpulan draft atau trash. Selama itu, aktifitas menulis blog ini saya larikan ke mambaca buku secara rutin. Berharap kekosongan di kepala ini dapat terisi walau sedikit.

Penghalang utama yang dirasakan sebenarnya berasal dari prasangka sendiri. Penilaian yang terlalu berlebihan terhadap tulisan sendiri menjadikan setiap yang tertulis terlihat jelek dan memalukan kalau sampai terbaca orang lain. Terlalu melow, terlalu ribet, terlalu garing, dan sebagainya. Menyebabkan gagasan yang dirasa cukup oke kandas di tengah jalan sebelum mampu tuntas tertulis. Klasik.

Mungkin memang begitu ya salah satu penyakit pemula. Terlalu berhayal dapat membuat suatu karya yang bagus sampai-sampai tidak jadi apa-apa. Padahal segalanya membutuhkan proses yang tidak sebentar untuk menghasilkan produk yang memuaskan diri sendiri maupun konsumennya, dalam hal ini tulisan dan pembacanya.

Konsistensi adalah kunci. Begitu menurut para ahli. Terus menerus memberikan progress lebih baik dari kesempurnaan rencana yang tak berwujud. Saya rasa menulis pun demikian. Kepuasan dari menulis sebenarnya didedikasikan untuk diri sendiri, selebihnya hanya bonus saja. Dan untuk itu, sudah seharusnya terus menerus diasah tanpa terlebih dahulu mengkhawatirkan kualitasnya. Nanti juga bagus sendiri.

Well, tulisan ini hanya pemecah bekunya blog ini. Pengusir debu dan sarang laba-laba yang berhinggapan di segala sudut. Untuk kembali memulai lagi dan memotivasi agar tidak henti melakukan satu hal ini. Karena banyak orang mengatakan bahwa ada banyak manfaat besar dari menulis. Penasaran dan ingin membuktikan hal itu.

Hiatus bukan berarti berhenti selamanya. Ia ada dan terjadi untuk memberikan ruang beristirahat sejenak sambil melihat kembali apa yang sudah terjadi dan menatap apa yang sebaiknya dilakukan di masa yang akan datang. Syaratnya hanya satu, jangan berhenti.

Sebagus apapun karyanya, tetap ada yang tidak menyukai. Sejelek apapun karyanya, ada saja yang suka. Jadi, jangan berhenti berkarya.

~anonim

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s