Satu Tahun Pertama

Satu tahun adalah basis perhitungan periode waktu yang maksimal. Adapun yang di atas itu, seperti windu atau dekade, menurut saya hanyalah harmoniknya saja (mengambil istilah matkul Sinyal dan Sistem). Dalam satu tahun, perhitungan musim akan berulang dan hal-hal lain yang lebih “manusiawi” seperti hari peringatan akan berulang. Satu tahun adalah periode yang pas untuk melakukan evaluasi atas semua kejadian yang kita hadapi karena segala fenomena alam dan fenomena sosial genap kita jumpai.

Agustus 2017 menjadi periode pertama saya belajar di dunia kerja setelah (dianggap) lulus dari kuliah. Rasanya ini menjadi istimewa. Fase ini untuk kebanyakan orang juga merupakan transisi menjadi mandiri seutuhnya. Ketika tanggung jawab atas kehidupan pribadi diambil alih sepenuhnya dari kedua orang tua. Satu tahun yang akan mengawali cerita sebagai manusia dewasa yang memiliki keinginan berkarya dengan tangannya. Tanpa ada dosen/guru yang menuntun agar melakukan ini dan itu.

Pengalaman menggantikan posisi dosen/guru sebagai pembimbing. Kesulitan dan kendala yang akan mengasah penguasaan skill penyelesaian masalah. Kecanggungan akan memicu sikap berani sebagai sesama manusia profesional yang sama-sama sedang bekerja.

Bekerja untuk belajar. Adalah frase yang selalu diulang saat segala sesuatu menjadi suram. Berharap agar selalu teringat untuk melaksanakan yang terbaik supaya mendapatkan pelajaran yang terbaik pula. Untuk mengeksploitasi sebanyak mungkin pengetahuan dan skill dari pekerjaan yang sekarang. Jika hanya setengah-setengah dan nanggung, berarti tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali hanya lelah dan menjadi tua.

Saya pun menginginkan, usia kerja saya nantinya merupakan akumulasi pengalaman dan pembelajaran yang sangat banyak. Dari waktu ke waktu merupakan pendalaman pengetahuan teknikal dan analysis, sekaligus peluasan wawasan dunia bisnis dan industri. Bukan sekedar kemonotonan rutinitas dari hari ke hari, selalu sama dari tahun ke tahun.

Satu tahun pertama ini harus menjadi kunci untuk tahun kedua yang lebih baik. Tulisan ini harus jadi pengingat yang abadi. đŸ™‚

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s