Makanan Lebaran

Kenapa ya, makanan cuma berkumpul di satu waktu? Pas lebaran aja. Jadi lebar, pasti banyak yang tersisa dan bakal di buang. Kemudian di hari-hari selanjutnya bakal sepi. Mungkin pas lebaran rombongan makanan ikut mudik,lalu kembali balik pasca lebaran. Yah namanya juga tradisi. Sudah ada dari dulu duluu sekali. 

Kebahagiaan oleh para orang tua adalah makan. Para orang tua itu berletih lelah mencari nafkah ujungnya adalah agar anak-anaknya bisa makan. Orang tua saya termasuk yang demikian. Kalau saya pulang, pertanyaan pertama yang sering muncul adalah “sudah makan belum?”. Intinya simbol rasa bahagia adalah makanan. Saya rasa begitu. 

Adapun lebaran adalah momen kebahagiaan. Jadi pasti jadi momen banyak makanan. Tiap rumah akan berusaha menyajikan yang terbaik yang bisa diberikan. Makanan yang susah dibuat pun diupayakan. Bagi yang bekerja di instansi, sering kali akan mendapatkan parcel pula. 

Makanan-makanan itu kemudian disajikan di meja tamu. Disiapkan untuk menyambut tamu yang datang untuk bersalam-salaman. Basa-basi agar berkenan mampir akan selalu terlontarkan tuan rumah. Agar mencicipi makanan yang ada. 

Tetapi, 

Sayang sekali. Sangat sedikit yang mampir dan lebih senang untuk berkeliling. Kalaupun mampir, akan malu-malu untuk mengambil makanan yang ada. Entah karena memang segan, atau tidak doyan. Padahal sudah the best.

Endingnya adalah makanan harus habis oleh tuan rumah sendiri. Sedih.

Bersambung….

Advertisements

One thought on “Makanan Lebaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s