Nostalgia

Seberapa jauh kau mampu mengingat masa kecilmu saat ini? Mengorek kenangan lama ketika usia masih begitu dini. 

Keluarga saya masih tinggal di desa dan belum pindah ke perumahan. Saya belum sekolah. Adik saya yang berselisih 3 tahun masih harus digendong kemana-mana. Dan pada suatu momen yang saya ingat betul, dia dititipkan ke buyut karena masih terlalu kecil untuk diajak ikut plesiran jauh. Dari Cirebon menuju Banten. 

Berarti kurang lebih usia saya saat itu adalah 4 tahun.

Wisata keluarga ke Banten bisa jadi adalah momen termuda yang bisa saya ingat. Masih terasa samar ketika saya menyaksikan adik dititipkan ke buyut. Suasananya gelap remang dengan cahaya lampu minyak. Tidak yakin itu ba’da magrib atau ba’da subuh. 

Wisata keluarga saat itu menggunakan Bus. Sepertinya merupakan acara trip sekolah tempat bapak saya bekerja. Saya tidak ingat bagaimana kesan perjalanan saat itu. 

Kami tiba di suatu masjid di Banten pagi hari. Dengan demikian menjadi pasti, prosesi penyerahan adik waktu itu dilakukan pasca terbenam matahari. Dan perjalanan kami dilakukan malam hari. 

Pagi buta, yang saya lihat adalah masjid yang menyerupai pendopo. Ubinnya bukan keramik dan berwarna gelap, ada bedug besar, dan pagar tepi masjid berwarna oranye. 

Saya memakai sepatu dan becelana panjang. Masih ingat saya memandang kaki sendiri saat duduk dan beberapa kali saat berjalan menyusuri jalanan di sana. Saya mungkin bersama kakak berjalan memisah dari rombongan untuk melihat rel kereta api. Ya saya ingat berjalan menuju rel kereta api itu. 

Sedikit menanjak. Rel kereta nampak seperti bukit. Tidak ada palang pintu kereta disana. Saya berjalan melintas. Hanya sampai situ. Saya tidak berani lebih jauh lagi dan saya memutuskan kembali. 

Kesan bingung dan wawas yang paling kuat. Sepertinya saya berpisah dan saya berjalan sendiri untuk kembali ke rombongan. Saat berjalan, saya mengingat-ingat dengan seksama di belokan mana saya tadi mengambil jalan saat ada persimpangan. Tamat. 

Saya juga sedikit ingat saat dibawa ke brebes dan ke borobudur. tidak yakin kapan itu terjadi. Sebelum atau sesudah cerita diatas. Gampangnya saya tanyakan saya ke orang tua. Tapi tidak asik. 

Jumat malam pasca bekerja. Berbaring di sofa kantor. Malas pulang. Nanti saja agak malam biar langsung tidur. Sekarang, nostalgia dulu. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s