Hari Puisi 

Rasanya baru kali ini peringatan hari puisi sampai ke lini masa jejaring sosial yang saya punya. Tidak tau baru ada di tahun ini atau memang saya berada di luar topik itu. Berat kesimpulan pada kemungkinan yang kedua. Karena memang dunia dalam internet punya filter tersendiri, yang mengungkung penggunanya pada topik yang mereka sukai, memisahkan dari yang  tidak mereka sukai. Sepertinya memang karena faktor itu pula pesan hari puisi sampai ke lingkaran informasi saya. Diakui, baru-baru ini saya mencoba menggandrungi dunia sastra dan tulis. Mencari warna aktivitas yang baru. 

Ada sentilan untuk mulai membaca karya sastra. Sehingga tergoda untuk kembali membersihkan debu tebal pada blog ini. Mengisinya kembali dengan tulisan sebisanya. Memaparkan uraian opini atau tafsiran peristiwa. Dan dengannya ingin ikut terlibat dalam peramaian dunia sastra. Yang secara awam saya definisikan sebagai menulis . Karya sastra pasti bentuknya tulisan, iya kan? 

Mungkin bukan puisi, tuturan kalimat berbait dan berima. Bukan pula sajak, yang memiliki kedalaman arti. Tulisan ini tanda ikut memperingati hari puisi nasional. Juga belajar “nyastra”, proses pengamalan pesan Umar sang pemberani. 

“Ajarkan anak-anakmu sastra. Karena itu akan mengubah seorang pengecut menjadi pemberani” (Umar bin Khattab) 

Selamat Hari Puisi Nasional 28 April 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s