Bahasa

Subjek-Predikat-Objek-Keterangan, atau dikenal dengan singkatan SPOK. Sebuah standar penulisan baku dalam bahasa Indonesia. Tujuan dibuat suatu standar bahasa adalah menyamakan pemahaman terhadap suatu kalimat. Dengan diberlakukannya pola SPOK, orang Indonesia akan mudah memahami suatu kalimat dengan distorsi yang minimal. Pola tersebut selalu terulang di setiap komunikasi yang dilakukan sehari-hari baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Hal ini kemudian digunakan oleh otak kita dalam menerjemahkan sebuah percakapan atau bacaan.

Manusia mengenal bahasa yang sama sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Jika terdapat perbedaan bahasa, maka kita akan berusaha menterjemahkan suatu bahasa asing kepada bahasa yang kita pahami, bahasa yang otak kita pahami. Jika tidak mampu menterjemahkan, maka komunikasi tidak akan terjadi. Sebagai contoh: Ada peristiwa Budi sedang membaca sebuah buku di dalam kamarnya. Peristiwa yang sama dapat dibahasakan dengan beragam bahasa.

“Budi sedang membaca sebuah buku di dalam kamarnya”
“Budi is reading a book in his room” dalam bahasa Inggris
“ブディは彼の部屋で本を読んでいる”dalam bahasa Jepang
“Budi ist ein Buch in seinem Zimmer zu lessen” dalam bahasa Jerman

Keempat bahasa tersebut menunjukkan peristiwa yang sama, hanya disajikan dalam bahasa yang berbeda. (Percaya?). Dan kita akan lebih mudah menangkap makna peristiwa tersebut dengan pola dan bahasa yang familiar dengan kita. Begitulah sebuah informasi dapat kita pahami.

Nah, alam di sekitar kita pun memiliki peristiwa. Akan tetapi mereka tidak bisa berbicara secara langsung kepada kita. Kemudian para ilmuwan mempelajari bahasa alam dan membuat kodifikasi bahasa dari hal itu. Kode-kode tersebut direpresentasikan dalam persamaan-persamaan matematika. Jadi, suatu persamaan matematika adalah sebuah bahasa yang merepresentasikan suatu fenomena alam. Memahami persamaan matematika berarti memahami komunikasi alam.

Sebagai contoh. Ada suatu gelombang yang nilainya berubah terhadap waktu dengan nilai maksimal 50 satuan dan nilai minimal -50 satuan. Gelombang ini memiliki nilai yang sama setiap 10 mili detik. Fenomena ini dapat dalam beberapa kode atau bahasa:

Dalam bahasa Gambar:

sinus

Dalam persamaan matematika, dituliskan seperti ini:

Dalam bahasa Indonesia, “Sebuah nilai yang besarnya berubah setiap saat, dalam rentang +50 sampai -50, yang berulang setiap 10 ms atau dalam setiap 1 detik berulang sebanyak 100 kali”

Semua bahasa tersebut menunjukkan satu fenomena yang sama. Dengan menterjemahkannya ke dalam suatu pola bahasa yang dapat kita pahami maka kita akan mengerti peristiwa apa yang ditunjukkan oleh gambar dan penulisan matematika. J

Contoh lainnya adalah Hukum II Newton:

newton

“Jika ada suatu benda bermassa m diberi gaya sebesar F, maka benda tersebut akan bergerak sesuai dengan arah gaya yang diberikan dengan percepatan a”

Dalam bahasa matematika, statement tersebut diterjemahkan menjadi:

Contoh lain lagi adalah persamaan Maxwell yang ketiga:

73a062688f5ae0f401affde5e94f7ab1

Persamaan tersebut dapat kita artikan seperti ini. Pertama, ruas kanan kita anggap sebagai penyebab atau faktor sedangkan ruas kiri adalah akibat dari faktor tersebut. Kedua, persamaan tersebut dibaca “Jika ada medan magnet B yang menembus suatu luasan (integral) dan berubah terhadap waktu (diferensial), maka akan menyebabkan medan listrik E yang merambat dalam lintasan tertutup (integral) dengan arah sesuai aturan tangan kiri (tanda minus)”. Sebelumnya tentu kita harus sudah tahu definisi istilah-sitilah (medan dll) dan operasi yang digunakan (diferensial dll).

Inti dari uraian di atas adalah memahami persamaan dengan susunan kalimat yang dapat kita pahami. Jika kesulitan dalam memahami suatu persamaan, berarti ada kesalahan dalam pemilihan kata atau penyusunan kalimat di dalam otak kita yang menyebabkan sulit dipahami. Seperti kesalahan ini: “buku membaca budi sedang di kamar”. Susunan kalimat yang kacau menjadikan pemahaman yang kacau. Jadi perlu susunan kalimat yang benar.

Kalau kata seorang dosen, “yang penting bagi kita adalah memahami persamaannya. Urusan menghitung tinggal diserahin ke komputer”. Operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, pangkat, akar, integral, diferensial, dan lain sebagainya dapat dipahami dengan cara yang serupa. Dengan begitu, hidup akan lebih indah. 😀

Cuma begitu aja sih. Kalo malah bikin pusing ya maap-maap. haha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s