Kembali Menegakkan Kepala

” Katakanlah: Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Az Zumar : 53)

Sudah berapa lama kita hidup? Setiap orang bisa menjawabnya masing-masing. Dengan panjangnya umur kita hingga saat ini, Allah telah, sedang, dan akan terus memerikan kasih sayangnya kepada seluruh umat manusia especially bagi kita yang senantiasa berusaha agar tetap lurus berada di jalan-Nya. Tak pernah luput diri kita akan penjagaanNya, selalu memberi kita nikmat yang kita butuhkan tidak hanya yang kita minta. Allah yang maha tahu segalanya. Yang kita lakukan, pikirkan, dan rasakan. Tidak ada yang terlewatkan barang sekejap.

Sudah berapa lama kita hidup? kita sudah tahu itu. Kita menghitungnya tahun demi tahun. Selama itu banyak hal yang sudah kita lakukan untuk kebaikan diri kita dan untuk orang di sekeliling kita, mungkin juga lebih banyak lagi yang belum kita lakukan. Jika kondisi pertama yang kita alami, lega rasanya karena  hidup kita terasa tidak sia-sia. Lain halnya jika yang kedua yang kita rasakan, penyesalan selalu berniang dalam pikiran kita, mempengaruhi kita, untuk bertindak ataupun juga hanya meratap.

Sudah berapa lama kita hidup? belasan, bahkan puluhan. Semoga tidak tersiakan dengan tidak berbuat apapun untuk menggapai impian yang selama ini ingin kita capai. Karena begitu banyak hal yang seringkali mengalihkan perhatian kita kepada yang lainnya. Membuat kita seperti kehilangan arah, tindakan kita menjadi tidak beraturan, semangat menjadi menyala dan meredup. Menyala hanya sekejap, meredup sekian lama.

Sudah berapa lama kita hidup? rasanya baru kemarin. Jika banyak kesia-siaan yang kita lakukan, hal tidak berguna yang kita perbuat, dan kesalahan yang terus berulang. Kita putus asa, dunia terasa memenjara kita dalam kesibukkan yang tidak tahu akan selesai kapan dan berbuah apa? Stop!! Mari berhenti sejenak, menengok kebelakang, simpulkan apa yang menjadi masalah kita saat ini. Tentukan tujuan hidup kita untuk mempersembahkan yang terbaik untuk Allah, untuk orang di sekeliling kita, untuk diri kita sendiri. Kita mulai untuk fokus dengan itu semua. Tidak boleh ada lagi bermain-main yang menyiakan waktu. Karena waktu adalah modal berharga untuk mencapai impian-impian yang mulia.

Let’s move on..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s